Analisis Yuridis Penyelesaian Perkara Pidana Kenakalan Remaja melalui diversi

Natanael, Theo Inzaghi (2025) Analisis Yuridis Penyelesaian Perkara Pidana Kenakalan Remaja melalui diversi. Skripsi thesis, Universitas Kadiri.

[img] Text
01.Cover.pdf

Download (217kB)
[img] Text
02.abstrak.pdf

Download (205kB)
[img] Text
03.bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (500kB)
[img] Text
04.daftar pustaka.pdf

Download (427kB)

Abstract

Kenakalan remaja adalah bentuk kejahatan atau kenakalan yang merupakan suatu bentuk perilaku kejahatan sosial disebabkan oleh pengabaian sosial, sehingga dapat menggiring para remaja membentuk sikap menyimpang baik dari norma agama, norma sosial, serta norma hukum. Kenakalan remaja mengacu pada sesuatu yang menyimpang dan tidak diterima dalam sosial masyarakat sampai pelanggaran status sosial yang menyebabkan suatu tindak kriminal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjelaskan bagaimana pertanggungjawaban pidana terhadap kenakalan remaja, (2) Menjelaskan bagaimana pengaturan hukum penyelesaian perkara pidana kenakalan remaja melalui diversi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif dengan menerapkan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus serta melakukan pengkajian bahan hukum primer, hukum sekunder, dan hukum tersier. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis yang bersifat kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertanggungjawaban atas tindak pidana kenakalan remaja atau anak yang melanggar hukum diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak melalui peradilan restoratif dan proses diversi. Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Diversi penting untuk diterapkan pada anak-anak yang berhadapan dengan hukum agar terwujudnya pemenuhan hak anak sesuai dengan prinsip kepentingan anak supaya hak-hak anak dalam proses peradilan pidana anak di Indonesia tetap terlindungi. Inti dari pengaplikasian konsep diversi yaitu tindakan persuasif yang memberikan kesempatan kepada seseorang dalam memperbaiki kesalahan. Penerapan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak masih diperlukan adanya pengembangan ketentuan yang lebih jelas dan terperinci mengenai diversi, sehingga sangat perlu untuk diperhatikan supaya tidak menyebabkan penafsiran yang terlalu banyak mengenai penerapan keadilan restoratif dan diversi itu sendiri karena pengaturan tersebut berpengaruh terhadap penanganan tindak pidana yang dilakukan oleh anak. Kata Kunci: Remaja, Kenakalan Remaja, Diversi, Tindak Pidana

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Depositing User: Unnamed user with email rio.mahardiko@gmail.com
Date Deposited: 27 Apr 2026 02:46
Last Modified: 27 Apr 2026 02:46
URI: http://repository.unik-kediri.ac.id/id/eprint/1129

Actions (login required)

View Item View Item